Tuesday, November 8, 2011
Monday, October 17, 2011
Friday, September 30, 2011
Sunday, September 11, 2011
aku dan glku
pagi, menjelang siang semua...
mau berbagi cerita tentang saya dan gl100.
setelah sekian lama mengecat frame si gl, tangki serta mudguard depan. gl kurakit dan perdana (9 september 2011) kuajak jalan-jalan ke bulungan (kopdar HORNET)
perjalanan berangkat menuju Bulungan tiada aral dan masalah merintang,
namun naas ketika hendak pulang sekitar pukul 23.30 ketika meluncur pulang dari Bulungan menuju rumah di Larangan.
suara keras terdengar dari bawah dan jalan GLku tidak enak ketika di daerah mayestik, seketika itu si gl kupinggirkan setelah kulihat belakang aman untuk aku menepi.
setelah aku cek ternyata baut as roda belakang entah kemana....
dengan kutuntun si GL menuju tukang tambal ban terdekat ( berharap sang tukang tambal ban memiliki baut yang cocok dengan baut as roda GL),
seorang scooterist memberhentikan scoternya dan bertanya apakah yang sedang terjadi, setelah daku ceritakan beliau mengeluarkan koleksi baut dan mur yang dimiliki.
namun sayang baut yang cocok tidak dijumpai dalam koleksinya, BTW makasih bro sudah bersedia membantu.
ketika sampai pada tukang tambal ban, kutanyakan apakah dia memiliki, ternyata tidak ada...
setelah berpikir agak lama aku melihat seutas kawat yang mengikat aki GL, dan ide pun muncul untuk mengikat as roda dengan kawat tersebut (tindak darurat dan P3K untuk si GL).
dengan jalan pelan-pelan ku bawa gl menyusuri ciledug raya, sambil melihat kanan kiri ada tukang tambal ban atau bengkel yang buka.
beberapa tukang tambal ban dan bengkel yang buka ku datangi, tetapi hasilnya nihil.
karena sudah sampai di daerah petukangan kuputuskan tidak mampir-mampir ke tukang tambal ban atau bengkel, ku paksakan untuk membawa gl langsung kerumah.
akhirnya pada pukul 02.00 tiba aku dan glku di rumah tercinta.
begitu terasa jauh dan lama perjalanan Bulungan-larangan.
pelajaran yang kuambil, bahwa setiap habis service baik sendiri atau dari bengkel jangan lupa untuk mengecek kembali kondisi baut-baut terutama yang habis di bongkar-bongkar.
mau berbagi cerita tentang saya dan gl100.
setelah sekian lama mengecat frame si gl, tangki serta mudguard depan. gl kurakit dan perdana (9 september 2011) kuajak jalan-jalan ke bulungan (kopdar HORNET)
perjalanan berangkat menuju Bulungan tiada aral dan masalah merintang,
namun naas ketika hendak pulang sekitar pukul 23.30 ketika meluncur pulang dari Bulungan menuju rumah di Larangan.
suara keras terdengar dari bawah dan jalan GLku tidak enak ketika di daerah mayestik, seketika itu si gl kupinggirkan setelah kulihat belakang aman untuk aku menepi.
setelah aku cek ternyata baut as roda belakang entah kemana....
dengan kutuntun si GL menuju tukang tambal ban terdekat ( berharap sang tukang tambal ban memiliki baut yang cocok dengan baut as roda GL),
seorang scooterist memberhentikan scoternya dan bertanya apakah yang sedang terjadi, setelah daku ceritakan beliau mengeluarkan koleksi baut dan mur yang dimiliki.
namun sayang baut yang cocok tidak dijumpai dalam koleksinya, BTW makasih bro sudah bersedia membantu.
ketika sampai pada tukang tambal ban, kutanyakan apakah dia memiliki, ternyata tidak ada...
setelah berpikir agak lama aku melihat seutas kawat yang mengikat aki GL, dan ide pun muncul untuk mengikat as roda dengan kawat tersebut (tindak darurat dan P3K untuk si GL).
dengan jalan pelan-pelan ku bawa gl menyusuri ciledug raya, sambil melihat kanan kiri ada tukang tambal ban atau bengkel yang buka.
beberapa tukang tambal ban dan bengkel yang buka ku datangi, tetapi hasilnya nihil.
karena sudah sampai di daerah petukangan kuputuskan tidak mampir-mampir ke tukang tambal ban atau bengkel, ku paksakan untuk membawa gl langsung kerumah.
akhirnya pada pukul 02.00 tiba aku dan glku di rumah tercinta.
begitu terasa jauh dan lama perjalanan Bulungan-larangan.
pelajaran yang kuambil, bahwa setiap habis service baik sendiri atau dari bengkel jangan lupa untuk mengecek kembali kondisi baut-baut terutama yang habis di bongkar-bongkar.
aku dan glku
pagi, menjelang siang semua...
mau berbagi cerita tentang saya dan gl100.
setelah sekian lama mengecat frame si gl, tangki serta mudguard depan. gl kurakit dan perdana (9 september 2011) kuajak jalan-jalan ke bulungan (kopdar HORNET)
perjalanan berangkat menuju Bulungan tiada aral dan masalah merintang,
namun naas ketika hendak pulang sekitar pukul 23.30 ketika meluncur pulang dari Bulungan menuju rumah di Larangan.
suara keras terdengar dari bawah dan jalan GLku tidak enak ketika di daerah mayestik, seketika itu si gl kupinggirkan setelah kulihat belakang aman untuk aku menepi.
setelah aku cek ternyata baut as roda belakang entah kemana....
dengan kutuntun si GL menuju tukang tambal ban terdekat ( berharap sang tukang tambal ban memiliki baut yang cocok dengan baut as roda GL),
seorang scooterist memberhentikan scoternya dan bertanya apakah yang sedang terjadi, setelah daku ceritakan beliau mengeluarkan koleksi baut dan mur yang dimiliki.
namun sayang baut yang cocok tidak dijumpai dalam koleksinya, BTW makasih bro sudah bersedia membantu.
ketika sampai pada tukang tambal ban, kutanyakan apakah dia memiliki, ternyata tidak ada...
setelah berpikir agak lama aku melihat seutas kawat yang mengikat aki GL, dan ide pun muncul untuk mengikat as roda dengan kawat tersebut (tindak darurat dan P3K untuk si GL).
dengan jalan pelan-pelan ku bawa gl menyusuri ciledug raya, sambil melihat kanan kiri ada tukang tambal ban atau bengkel yang buka.
beberapa tukang tambal ban dan bengkel yang buka ku datangi, tetapi hasilnya nihil.
karena sudah sampai di daerah petukangan kuputuskan tidak mampir-mampir ke tukang tambal ban atau bengkel, ku paksakan untuk membawa gl langsung kerumah.
akhirnya pada pukul 02.00 tiba aku dan glku di rumah tercinta.
begitu terasa jauh dan lama perjalanan Bulungan-larangan.
pelajaran yang kuambil, bahwa setiap habis service baik sendiri atau dari bengkel jangan lupa untuk mengecek kembali kondisi baut-baut terutama yang habis di bongkar-bongkar.
mau berbagi cerita tentang saya dan gl100.
setelah sekian lama mengecat frame si gl, tangki serta mudguard depan. gl kurakit dan perdana (9 september 2011) kuajak jalan-jalan ke bulungan (kopdar HORNET)
perjalanan berangkat menuju Bulungan tiada aral dan masalah merintang,
namun naas ketika hendak pulang sekitar pukul 23.30 ketika meluncur pulang dari Bulungan menuju rumah di Larangan.
suara keras terdengar dari bawah dan jalan GLku tidak enak ketika di daerah mayestik, seketika itu si gl kupinggirkan setelah kulihat belakang aman untuk aku menepi.
setelah aku cek ternyata baut as roda belakang entah kemana....
dengan kutuntun si GL menuju tukang tambal ban terdekat ( berharap sang tukang tambal ban memiliki baut yang cocok dengan baut as roda GL),
seorang scooterist memberhentikan scoternya dan bertanya apakah yang sedang terjadi, setelah daku ceritakan beliau mengeluarkan koleksi baut dan mur yang dimiliki.
namun sayang baut yang cocok tidak dijumpai dalam koleksinya, BTW makasih bro sudah bersedia membantu.
ketika sampai pada tukang tambal ban, kutanyakan apakah dia memiliki, ternyata tidak ada...
setelah berpikir agak lama aku melihat seutas kawat yang mengikat aki GL, dan ide pun muncul untuk mengikat as roda dengan kawat tersebut (tindak darurat dan P3K untuk si GL).
dengan jalan pelan-pelan ku bawa gl menyusuri ciledug raya, sambil melihat kanan kiri ada tukang tambal ban atau bengkel yang buka.
beberapa tukang tambal ban dan bengkel yang buka ku datangi, tetapi hasilnya nihil.
karena sudah sampai di daerah petukangan kuputuskan tidak mampir-mampir ke tukang tambal ban atau bengkel, ku paksakan untuk membawa gl langsung kerumah.
akhirnya pada pukul 02.00 tiba aku dan glku di rumah tercinta.
begitu terasa jauh dan lama perjalanan Bulungan-larangan.
pelajaran yang kuambil, bahwa setiap habis service baik sendiri atau dari bengkel jangan lupa untuk mengecek kembali kondisi baut-baut terutama yang habis di bongkar-bongkar.
Friday, July 29, 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)